Diari-ku Untuk Hidupku - Senyuman Kecil di Hatiku
*Tertulis dari hal yang nyata, kejadian yang realistis, peristiwa yang
pernah aku alami...
Setiap saat dalam hidupku adalah ibarat gambar yang belum
pernah terlihat, dan gambar yang tidak akan pernah terlihat lagi, aku tidak
akan merusak apa yang aku miliki, sebab apa yang aku miliki saat ini bisa jadi
merupakan salah satu dari banyak hal yang paling aku impikan.
Mungkin pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup sebab
pendidikan yang sesungguhnya adalah kehidupan itu sendiri, banyaklah belajar
dari hidup yang kita jalani karena semakin banyak kita belajar dari hidup maka
semakin baik pula kehidupan kita yang selanjutnya, mungkin tidak semudah
membalikkan telapak tangan, tapi cobalah untuk berusaha pasti akan ada jalan
keluarnya, mencoba untuk bersabar, tabahkan hati, berlemah lembut, walaupun
terkadang itu sangat sulit, tidak ada hal yang lebih lembut dari kekuatan dan
tidak ada hal yang lebih kuat dari kelembutan.
Kejadian yang aku alami ini merupakan sebuah proses untuk
menjadikan diriku lebih dewasa lagi, terkadang aku merasa malu dengan kejadian
tersebut, entah siapa yang memulainya, namun kejadian tersebut seolah – olah
datang bak petir menyambar, rasa kaget, takut, cemas, dll datang dengan cepat
dihadapan wajahku dan seolah – olah ingin berteman denganku.
Pada tanggal 16 desember 2013 jam 11 lewat, Plaakkk...!
sebuah tamparan keras mendarat di kepalakiriku, rasa sakit mungkin tidak
seberapa namun rasa malu tidak dapat aku sembunyikan, aku malu bukan karena aku
lemah sehingga aku ditampar, tapi yang membuatku malu adalah orang yang
menamparku, ingin rasanya aku membalas tamparan tersebut, atau aku ingin mencekik
lehernya, mungkin jikalau aku wanita ingin tarik rambutnya meskipun dia memakai
jilbab. Namun terbesit di dalam haitku kata “astagfirullahal adzim”, dia
seorang perempuan sedangkan aku laki – laki, lalu aku berfikir “Patut
dipertanyakan kejantanan seorang laki – laki apabila ia kasar terhadap wanita”,
kalimat inilah yang membuat aku tersadar akan derajatku, Jikalau dia membaca
artikel ini, setidaknya ia berterima kasih pada kalimat tersebut.
Aku bersabar dan hanya memarahinya saja dan berkata “hei kamu,
kau punya pendidikan apa tidak.?”. sehingga ia menangis karena aku memarahinya.
Namun rasa sakit bertambah lagi setalah seorang pahlawan kesiangan “SUPERMAN”
datang dengan mendorongku hingga aku terjatuh, namun aku bangkit lagi,
aku tak mau tenggelam dalam lautan luka dalam, mungkin aku
akan tersesat kalau saja aku tidak bisa menahan emosiku, sehingga aku
tak tau arah jalan pulang. Namun datanglah seorang guru yang melerai kami (kejadianya dalam Lab Komputer). Rasa
sakit hati dan kecewa bertambah, (karena
SUPERMAN yang mendorongku adalah temanku sendiri, kebetulan ia pacarnya cewek
yang menamparku tadi).
Entah kenapa ini bisa terjadi,,, hahhaaa,,, dalam hati
kecilku aku tertawa melihat tingkah laku lelaki yang mendorongku ini. Akhirnnya
aku keluar dari ruangan agar suasana tak bertambah panas, aku kemudian duduk
termenung mencoba melupakan kejadian tersebut, namun sulit untuk dilupakan, dan
aku anggap itu merupakan sebuah hambatan maupun rintangan dalam menuntu ilmu (karena pertengkarang yang terjadi bukan
karena masalah cinta, meskipun dia adalah My Exsgirlfriend just one day
relationship, tapi ini karena masalah nilai raport semester kami berdua yang
bersaing) aku sadar itu adalah petunjuk untukku terus belajar mengenai
kehidupan, agar dapat menahan emosi, menjaga perkataan (ucapan terhadap orang lain), dan mengabaikan orang lain yang
mengatakan keburukanku, aku tak perduli lagi, biarkan saja mereka mengoceh
sampai bibirnya doweer, sampai orang lain menutup telinga mereka karena
ocehannya tentangku, tooh itu juga tidak membuat ilmuku berkurang, atau dosaku
bertambah, malah jadi sebaliknya. “orang sabar disayang Tuhan” itu saja. Aku
tau kalau hidup tanpa hambatan, rintangan, cobaan, sangat jarang berujung
kepada kesuksesan, dan aku masih ingat akan kata ustadz-ku, “Tidak akan ada
keenakan maupun kesenangan sebelum kita bersusah payah”, cukup sabar, buah dari
kesabaran itu lebih manis dari pada gula.
Aku pulang dengan senyuman kecil, dan juga dengan hati yang
bercampur sedih, senang, malu, sakit bak gado – gado buatan bu’ deku. Tersenyum
itulah yang membuat aku tenang, aku tau hukum karma masih berlaku dan tidak
akan pernah dihapus oleh manusia, karena Tuhan-lah yang membuatnya. Aku tahu
senyuman merupakan hal kecil yang dapat membuat hidup ini menjadi lebih mudah.
Jadi nikmati setiap langkah dalam hidupmu dan jadikan semuanya momen yang indah
untuk dikenang maupun dijadikan kaca perbandingan untuk masa akan datang.
Ini ceritaku, apa ceritamu...!
“Cerita yang aku tulis ini berdasarkan
fakta yang sebenarnya, kejadian yang pernah aku alami, dan tidak pernah aku
rekayasakan maupun khayalan belaka. Dan cerita yang aku tulis ini awal mulanya
hanyalah tugas Pelajaran Bahasa Indonesia, namun aku rasa ini perlu untuk aku
kenang, sehingga aku menulisnya di Blog-ku”.
Berikut ini adalah komentar dari sahabatku :
Nama : Taufik Setio Budi
- Ceritanya sangat bagus dan menarik. (ada cheklist dari bapak guru)
- Kata – katanya sangat menyentuh hati. (tidak ada cheklist dari bapak guru)
- Bisa menjadi inspirasi (ada cheklist dari bapak guru)
- Ceritanya tidak membosankan dan menyenangkan. (tidak ada cheklist dari bapak guru)
- Ceritanya pas dengan faktanya sendiri (Real). (tidak ada cheklist dari bapak guru)
- Ceritanya sangat Logis. (tidak ada cheklist dari bapak guru)
- Kalau berani kasih tau Riska* (nama cewek dalam cerita ini). “nah yang ini dikasih tanda silang sama bapak guru dan nama dikasih garis bawah, tandanya dalam berkomentar nama tidak perlu disebutkan”.)
Penilaian
dari bapak guru Bahasa Indonesia Abdul Gafur S, Pd. adalah 8,5.
My Profil
My Profil
- Nama : Rendhie Ardianto Elzaieds
- TTL : Pulau Raman, 06 September 1996
- Pekerjaan : Pelajar
- Sekolah : SMK Negeri 2 Merangin, Jambi – Indonesia
- Alamat : Jln. Prof. Muh. Yamin SH, Kel. Pematang Benit - Pasar Atas Bangko
- Hobi : Main Games (Pasti), design antah berantah, baca buku (tidak terlalu).
- Twitter : @Andespura_R69
- Facebook : Ach Sanz Francezzco El – Zaied’s
- Gmail : rendhieelzaieds69@gmail.com
- You Tube : Rendhie El – Zaied’s
Bangko, 08 Februari 2014, written by :
Rendhie
Ardianto Elzaieds
Tidak ada komentar:
Posting Komentar